(nyanyi)
Selamat
ulang tahun, kami ucapkan
Selamat
panjang umur, kita kan doakan (“bener gak ya?”)
Selamat
panjang umur dan sejahteraaa, horeee (tepuk tangan)
(nyanyi
lagi)
Tiup
lilinnya, tiup lilinnya, tiup lilinnya
Sekarang
juga, sekarang juga, sekarang juga
(lanjut
nyanyi)
Potong
kuenya, potong kuenya, potong kuenya
Sekarang
juga, sekarang juga, sekarang juga
PROTES:
dua lagu terakhir, gue bener-bener protes dengan dua lagu terakhir itu, kenapa
orang yang ulang tahun selalu dipaksa buat tiup lilin dan potong kue, cb
renungkan kata “sekarang juga” yang di ulang sampe tiga kali, waww, bener-bener
pemaksaan kan?
Hari
ini katanya ada yang ulang tahun, (katanya sih)
Terus
gue cuman sms “km ultah? Happy bday ya. GBU”
“Tragis”
itu yang kata-kata yang terlontar dari temen gue.
Terus??
Ya
emang gue gak bisa jadi orang yang so sweet gitu,
Sekarang
tepat pukul 01.32 saat gue nulis ini, ya walaupun gue cuek, bukan berarti gue
gak stress dan gak mikirin kenapa gue gak bisa ngerakit kata-kata yang bagus
buat yang ultah ini. Suer susah!!
Kok
jadi curhat? Ok lanjut,
Bercerita
tentang ulang tahun, pasti yang ada di benak kita adalah kue bolu yang di
atasnya di tancepin lilin-lilin yang wajib di tiup oleh yang ulang tahun (bener
kan?). Selain kue bolu, yang lazim ada pada saat orang berulang tahun adalah
kado. Pasti yang ultah itu ngarepin kado
(ya kan?). Gue ingin bilang ke wahai kalian yang pernah berulang tahun
(termasuk gue), ingatlah selalu lirik lagu ini:
“Hari
ini, hari yang kau tunggu,
Bertambah
satu tahun, usiamu,
Bahagialah
kamu,
Yang
kuberi bukanlah jam dinding atau
seikat bunga atau puisi juga kalung hati
Maaf
bukannya pelit atau gak mau, gak modal dikit
Yang
ingin aku beri padamu doa stulus hati”
NO
PROTES: ya, gue emang gak protes dengan lagu ini, gue sepakat dan setubuh
dengan kata-kata di lagu ini. Emmm
Ada
satu lagi yang tidak lazim namun sudah lumrah terjadi ketika seseorang berulang
tahun yaitu “BULLY”. You know bully? Ya, bully itu yang ada tangan? Bully itu
orang yang pergi ke warung. Atau bully itu orang Amerika. (pikir aja sendiri).
Tradisi bully mem-bully saat ulang tahun emang udah ada sejak Gus Dur jadi
presiden kita. Pernah suatu pagi yang cerah disaat gue dengan ngantuknya jalan
dari kosan ke kampus dan lewat gerbang teknik yang disampingnya ada selokan
yang dalam, gue nemuin orang yang tak berdaya sedang diikat tangan dan kakinya
dan terlihat pasrah dan no comment berada di rendaman air selokan yang
tingginya sedada orang dewasa. Saat itu gue masi maba, gue hampir ngejerit saat
gue liat orang itu, gue kira orang gila yang sengaja dibuang, emm pas gue
deketin, ternyata eh ternyata temen-temennya nan jauh disana teriak gini “Awas
mbae, jangan deket-deket, galak tuh” , saat itu gue masi kaya orang pongo
ngeliatin terus itu cowok yang tak berdaya, dan seorang temennya yang lain
teriak “Kon sih ultah teko nang kampus” Gumbraakkkkk, ‘ternyata dia ultah, oh
menn tega sekali temen-temennya’ itu teriakan di benak gue ketika mengetahui
kebenarannya. Dulu itu kan gue masi maba, masi ngerasa iba saat ngeliat orang
dianiaya di hari ulang tahunnya. Emm itu sih dulu (mohon digaris bawahi). Nah
sekarang?? Yahhh, gak usah ditanya lagi, gue malah merasa seneng gak karuan
saat menyaksikan orang yang ultah dianiaya dan tak berdaya (hihihihihi) dan
dalam batinnya teriak-teriak “Rasain lo, emang enak ulang tahun, gue dulu
digituin juga, makanya lo rasain tuh, sukurin (ples emot titik dua ditambah
huruf “p”)”. Mungkin ini adalah kepuasan hati tersendiri bagi sekalangan orang,
survei membuktikan, orang yang senang membully adalah orang yang dulunya pernah
dibully juga. HAHAHAHA. Gue tertawa miris saat inget ultah gue tahun kemaren,
diiket, disiram air rendaman cucian dua minggu(yang berhasil bikin gue mau
muntah), minyak jelanta yang berbulan-bulan, pelet ikan, super pel, pake
asesoris kaca mata selam, ditambah papan tulisan yang dikalungkan
bertuliskan”SAYA ULTAH, BUTUH DI KERJAI” dan tak lupa lap pel pun melayang ke
muka gue. (Sehina apakah gue waktu itu, oh mennn, hahhaa). Bener-bener gilak
namun takan terlupakan. Ini dia korban bully itu..

Jadi,
apakah orang yang ulang tahun wajib dirayakan? Apakah ngebully orang yang ulang
tahun itu adalah ungkapan temen-temen yang ingin merayakan hari jadi elo?
YA,
jawabannya adalah YA, kalo kita gak care sama temen kita, ngapain juga
repot-repot nyusun rencana buat nge-bully anda?
Kesimpulannya
: sayangilah orang-orang yang pernah ngebully elo saat elo berulang tahun,
karena itu adalah wujud ke-care-an mereka sama elo, jangan lupa tertawa dan
bersukacitalah saat elo diberi kesempatan untuk
bisa membully temen elo yang sedang berulang tahun.
SALAM
BULLY (titik dua tanda bitang) !!!