Dear Canopus
Dear canopus
yang jauh disana.
Hari ini aku
percaya liat kamu diantara banyaknya bintang di langit.
Aku percaya
kamu liat aku dari atas sana saat aku berada di tempat paling atas rumahku
untuk memandangimu.
Banyak sekali
teman-temanmu sana, seneng rasanya ketika melihatmu tidak kesepian disana,
apalagi ada bulan yang menambah sinar disana.
Apa aku bisa
minta permintaan? Aku tidak minta engkau jatuh seperti permintaan orang-orang
yang ingin permohonannya dikabulkan.
Aku cuman
ingin engkau tetap disana dan mendengarkan semua harapan-harapanku.
Kepada
bintang yang disebelahmu, aku ingin ada orang yang selalu ada disebelahku, yang
melindungiku disaat badai menerpa, yang memelukku saat sedih menjelang, yang
menyemangatiku saat aku sedang sakit. Ya suami maksudku, aku ingin memiliki
suami yang sabar ketika menghadapiku yang seperti ini, yang pekerja keras untuk
mencukupi kehidupan kami, yang bertanggung jawab atas semua keputusan yang
diambil, yang selalu menggenggam tanganku ketika sedang menyebrang, yang
menerima aku yang apa adanya seperti ini.
Kepada
bintang yang di sebelahmu yang lain, aku ingin menjadi pribadi yang lebih
dewasa lagi, aku ingin menjadi wanita terindah untuk suamiku kelak, yang
menjadi istri idaman, yang pinter masak, yang bisa merawat keluarga, yang penuh
kasih sayang, yang berjuang seperti ibuku. Aku ingin menjadi pribadi yang taat
kepada Tuhan, yang rajin gereja dan selalu melayaniMu. Aku ingin menjadi
pribadi yang tegas dan penuh dengan sejuta senyuman untuk menyemangati orang-orang
terdekatku.
Kepada
bintang yang ada diatasmu, aku ingin orangtuaku sehat selalu dan panjang umur,
aku ingin mereka selalu bersyukur atas berkat yang Tuhan telah berikan, aku
ingin mereka bahagia, aku ingin mereka menikmati hidup, aku ingin cinta mereka sama
seperti waktu mereka masi pacaran.
Kepada
bintang yang berbentuk layang-layang. Aku ingin kami berempat, aku, abang, ade
dan ade bayi bisa menjadi orang sukses, aku ingin kami selalu bersyukur atas
apa yang telah diberikan Tuhan buat kami, aku ingin kami tidak malas, aku ingin
kami menjadi pribadi yang tidak cengeng, aku ingin kami menjadi orang yang
selalu ceria menghadapi dunia yang begitu indah ini.
Kepada
bintang kecil yang jauh dari tempatmu, angan-anganku untuk mendapatkan
pekerjaan yang nyaman dan berpenghasilan besar agar terwujud menafkahi
keluargaku yang sudah bersusah payah mengkuliahiku, aku ingin mereka mencicipi
jerih payah pekerjaanku.
Kepada
bintang yang hampir tidak terlihat, aku ingin mempunyai surga, aku ingin
memiliki rumah idaman seperti yang di televisi, yang tidak panas, yang ada
pohonnya agar bisa menyejukan rumah kami, aku ingin memilik rumah untuk
berteduh saat ada hujan dan menyelimuti disaat dingin menerjang.
Kepada
bintang yang dihadapanmu, aku ingin pria yang disampingku sekarang kelak
menjadi “hadiah terindah dari Tuhan”.
Terimakasih
canopus, terimakasih karena engkau setia, tidak sepertiku yang gampang sekali
tergoda, gampang terkesima atas indahnya dunia ini. Terimakasih canopus karena
disaat malam menjelang, engkau tidak pernah bosan tersenyum padaku.
Terimakasih, disaat awan gelap menutupimu, engkau masih menyampaikan salammu
pada hembusan angin di jendelaku.
Semoga kita
bertemu kelak disana, diwaktu yang Tuhan telah janjikan padaku.
God bless us
always.
0 komentar:
Posting Komentar